Laras: Debut yang Sukses

Teater Manajemen 2016 sukses meski diguyur hujan

Yogyakarta, WW POS – Sungguh bukan waktu yang ideal untuk mementaskan sebuah naskah teater komedi, walaupun naskah Laras sering dianggap sebagai naskah yang “mudah” oleh pegiat teater.

Hujan deras mengguyur Lapangan Perkutut di Demangan Baru, Catur Tunggal, Depok, Sleman pada Sabtu (25/3/2017) itu. 

Apa lagi, sebagian besar anggota Komunitas ASET (Anak Seni Teter) – yang didominasi mahasiswa jurusan Manajemen STIE Widya Wiwaha angkatan 2016 – adalah pemain debutan.

Namun, seperti Maverick Vinales yang memberikan hasil memuaskan di debut GP, mereka berhasil mempersembahkan pementasan drama yang memorable.

Penonton datang bukan hanya dari civitas academica kampus melainkan juga dari warga RW 047 Demangan Baru.

Bahkan, warga aktif berpartisipasi dalam sesi pembagian door prize yang dipandu duet MC Ova dan Mamal.

Acara itu juga didukung oleh banyak sponsor, mulai dari radio Yasica FM hingga Dwijaya Manding dengan sponsor utama HMJM STIE Widya Wiwaha Yogyakarta.

Menurut Ketua HMJM 2016, Anang Windarwanto, pementasan itu awalnya dimaksudkan sebagai “balasan” atas makrab yang beberapa bulan lalu diselenggarakan untuk menyambut mahasiswa baru.

Selain itu, acara ini juga menjadi ajang ekspresi kreativitas mahasiswa dalam bidang seni akting sekaligus silaturahmi dengan warga RW 047 Demangan Baru.

***

Laras bercerita tentang hilangnya burung bernama Laras milik Pak Suryo (Jefri). Burung itu mahal harganya.

Sarmi (Defi) dan Anto (Dodi), pembantu di rumah Pak Suryo, yang diserahi tugas menjaga burung itu, sama sekali tak tahu siapa pencurinya.

Pak Suryo mengadu kepada Pak Lurah (Syarif) yang bergegas datang disertai Hansip (Talup). Tapi fakta-fakta yang tidak jelas membuat Pak Suryo melemparkan berbagai tuduhan kepada Jumeno (Dayat), Asri (Sri), dan Lasmini (Any).

Di akhir cerita, terungkap bahwa “pencuri”-nya adalah Juminten istri Pak Suryo sendiri. Burung itu sengaja dijual dengan harga Rp 5 juta.

Para tertuduh tidak terima dan satu demi satu meminta uang ganti rugi dari Pak Suryo. Bahkan, Pak Lurah dan Hansip pun meminta ganti rugi atas waktu yang tersita untuk mengurusi masalah hilangnya Laras.

Uang hasil penjualan Laras pun habis untuk membayar ganti rugi.

***

Antusiasme penonton tak surut meski hujan deras mengguyur dan mereka harus berdiri di bawah terpal karena air mulai membanjiri tempat duduk.

Adi_Gaying (Manajemen 2016) selaku sutradara menyatakan pentas berlangsung sukses mengingat kondisi yang penuh tantangan.

Namun, ia juga salut dengan penonton yang bahkan terus berpartisipasi hingga acara usai.

Acara ini terbilang sukses dari segi pengelolaan event karena mengajak banyak pihak.

Pihak-pihak yang mendukung adalah JogjaTV, TVRI Stasiun Yogyakarta, radio, Bantul Radio, Yasica FM, Komunitas Luweng, HMJM STIE Widya Wiwaha, Info Kabar Seni, masyarakat Demangan Baru. (Ella)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pelatihan Mengolah Video Divisi Media HMJM

Pelatihan Jurnalistik Divisi Media Berlangsung Seru

Pembukaan PDT