Pertandingan Futsal Terakhir Tahun Ini
Gerimis kecil yang turun sejak pagi tidak terdengar suaranya di dalam lapangan futsal Tifosi Sabtu pagi (19/12/2015) itu, tertimpa sorak-sorai penonton. Di Line 1, tim futsal Manajemen FC HMJM memulai pertandingan dengan beberapa kesalahan kecil. Tetapi mereka berhasil memperoleh beberapa peluang shooting walaupun mistar dan gawang lawan menggagalkan terjadinya gol.
Beberapa kesalahan kecil itu rupanya cukup lambat untuk diperbaiki selama lima menit pertama babak pertama. Galang, yang menempati posisi awal belakang di samping kanan kiper dua kali kehilangan pemain lawan yang harus dijaganya. Itu berakibat fatal karena berhasil dikonversi oleh lawan sehingga menjadi dua gol.
Dedy dan Dwiki yang diplot sebagai pemain tengah dan pemain depan tampak terlalu dekat dalam mengambil posisi saat menyerang. Untung saja, kebuntuan di lini tengah dan depan berhasil ditutup oleh usaha-usaha spekulasi Udin yang sering shooting walaupun belum mampu menjaringkan bola ke gawang lawan.
Untungnya juga, semangat juang para pemain starter tidak kendur. Ketika sebuah tendangan sudut diberikan kepada tim Manajemen, Dwiki mengumpan pendek kepada Udin, yang kemudian kemudian mengumpan bola tepat ke depan gawang lawan. Galang dan Rizal tampak sudah berdiri bebas di garis tengah dan siap menyerang bola umpan.
Namun, salah satu pemain lawan justru membelokkan bola ke gawangnya sendiri. Kedudukan berubah menjadi 2-1 hingga turun minum lantaran gol bunuh diri itu, dengan Udin tercatat sebagai pemberi assist. Namun, perjuangan belum berakhir. Dedy yang kelelahan dan kehabisan kreativitas keluar digantikan oleh Amir.
Amir, yang biasanya diplot sebagai striker, mampu menjalankan peran dengan baik di lini tengah. Tetapi, positioning-nya cenderung sering sejajar dengan Dwiki sehingga kedua pemain depan ini lebih banyak membantu pertahanan. Walaupun demikian, tim sudah mulai “panas” sehingga Udin dan Galang yang mengawal Rizal semakin sulit ditembus.
Pada babak kedua, Diaz masuk menggantikan Amir dan menjalankan peran sebagai lone man di depan. Sayangnya, sebuah peluang shooting kurang dimanfaatkan dengan maksimal karena melambung. Pergantian pemain dilakukan dengan cepat karena tim diburu waktu. Karena terlalu terburu-buru, Arif diganjar kartu kuning karena salah ketika masuk sebagai pengganti.
Tetapi, masuknya Arif rupanya membuahkan hasil. Ia menutupi pandangan dan pergerakan kiper lawan sehingga tendangan jarak jauh Galang, dari sisi kanan utara, yang melambung dan terarah ke sudut gawang, menemui sasaran. Tim bersorak. Kedudukan imbang 2-2. Permainan difokuskan ke pertahanan sehingga Lintang, yang bernaluri striker, turut bertahan.
Usaha mati-matian seluruh tim membuahkan hasil yang memberikan harapan. Kedudukan akhir imbang 2-2 sehingga diadakan adu pinalti dengan tiga orang penendang. Dwiki, Arif, dan Udin maju sebagai penendang. Tendangan Arif yang terkenal keras tidak berhasil diblok oleh kiper lawan. Sayang sekali, Dwiki dan Udin sama-sama membentur mistar gawang.
Peningkatan
Walaupun tidak lolos dari babak penyisihan, tetapi tim futsal HMJM menunjukkan peningkatan. Setidaknya, kini mereka dapat mempertahankan konsentrasi, semangat juang, dan memaksakan hasil imbang. Dalam turnamen sebelumnya, tim Manajemen tersingkir oleh gol dalam durasi permainan.
Harapannya, semua aspek tersebut dapat ditingkatkan lagi. Sehingga, ketika mengikuti turnamen resmi berikutnya di luar kampus, mereka dapat meraih kemenangan dan lolos dari babak awal. Inilah salah satu yang terungkap dalam evaluasi yang dilakukan di Sekre tak lama setelah pertandingan usai.
Atmosfer tim futsal Manajemen FC, seperti biasa, selalu terjaga kekompakannya, bahkan walaupun A. Kholiq sebagai kiper pengganti pada akhirnya tidak diturunkan. Sehingga, evaluasi berjalan lancar dan sehat. Semua kesalahan diakui dengan jantan, tetapi semua kelebihan juga memperoleh apresiasi dari seluruh anggota tim.
Yang sebenarnya masih dapat ditingkatkan adalah seleksi pemain. Senioritas memang masih ada walaupun tidak sampai taraf merusak dan tidak menjadi masalah bagi tim. Hanya saja, daftar pemain pengganti tidak berimbang. Keempat pemain pengganti (selain kiper) memiliki tipe striker, tidak ada yang nalurinya murni bertahan.
Lintang, Amir, dan Diaz (angkatan 2015) terbiasa bermain di depan, samping, atau tengah saat latihan rutin. Diaz adalah seorang striker murni walaupun sedang diusahakan untuk bisa memadukan diri dengan Udin dan Galang untuk fokus di pertahanan. Saat masih aktif di tim futsal Manajemen FC, Arif diandalkan sebagai goal getter bersama Uchunk (top scorer Manajemen FC bersama Dwiki dengan 7 gol).
Dari skuad hasil seleksi tersebut, sebenarnya terlihat bahwa HMJM sedang krisis pemain belakang untuk regenerasi ke depannya. Solusinya adalah memperkuat defending skill pada saat latihan rutin tahun 2016 nanti – yang menurut kasak-kusuk yang beredar akan dilakukan bersama-sama dengan HMJA di bawah koordinasi UKOM.
Partisipasi dalam turnamen Alma Ata Cup 2015 ini merupakan program kerja terakhir Sub-divisi Futsal Divisi SDM HMJM untuk periode kepengurusan 2015. Dengan usainya pertandingan ini, tim manajemen FC sementara vakum latihan rutin dan akan dibentuk kembali pada saat WW Cup 2016. Bravo, Manajemen FC HMJM!

Komentar
Posting Komentar