Sekre Butuh Kerja Bakti Semua UKM
Selama sekitar 4 bulan, hanya anggota MPA Cakrawala yang menginjak area Sekre. Pasalnya, setelah liburan panjang semester genap 2014, jalur masuk ke pusat kantor UKM di lingkungan STIE WW Yogyakarta tersebut ditutup untuk sementara. Selain itu, personel UKM juga terserap ke PDT dan Makrab 2014.
Jalur masuk baru dibuka pada Selasa (9/10/2014). Sehari berikutnya, beberapa personel HMJM mengambil inisiatif untuk melakukan kerja bakti pada Rabu (8/10/2014). Mereka membersihkan ruangan kantor HMJM dan dilanjutkan dengan ruang-ruang tengah gedung Sekre."Gak akan bersih beneran kalau cuma sekali," kata Younky di sela-sela pekerjaan bersih-bersih.
Selama 4 bulan terakhir, memang anggota MPA Cakrawala aktif menjaga kebersihan. Namun, personel UKM tersebut terbatas sehingga kegiatan pembersihan tidak berjalan optimal. Karenanya, muncul ide untuk mengadakan kerja bakti bersama UKM.
"Kita perlu ngajak UKM-UKM lain buat kerja bakti bareng," papar Kakek, yang sore itu membantu menyemprot halaman selatan yang dipenuhi debu kemarau.
Selain itu, Kakek juga mengusulkan untuk mengajukan proposal secara bersama-sama untuk perbaikan dan pembenahan gedung Sekre.
Banyak bagian atap yang bocor. Fasilitas penerangan pun memprihatinkan. Hanya satu buah lampu yang berfungsi di ruang tengah. Padahal, ada tiga lampu di sana. Selain itu, kipas angin juga tidak menyala.
Alat kebersihan juga tidak ada sehingga personel HMJM yang sore itu bekerja bakti harus meminjam kepada karyawan.Di tengah kesulitan dan hambatan, kerja bakti sore itu berhasil membuat area Sekre tampak sedikit lebih rapi. Sehingga, beberapa personel pun menyelingi kerja keras tersebut dengan bergurau dan berfoto narsis.
Setelah sedikit lebih bersih, rapat umum pertama HMJM setelah libur panjang dapat dilaksanakan di ruang tengah Sekre yang agak lapang. Bahkan, dalam rapat tersebut, peserta duduk di kursi, tidak berdesak-desakan di ruang HMJM yang cukup sempit untuk 20 orang.

Komentar
Posting Komentar