Saling Mendekat, Saling Mengenal dengan Makrab
Yogyakarta, WW Pos – Selama dua hari satu malam (27-28/9/2014), mahasiswa baru STIE WW dan kakak tingkat mereka berusaha mendekatkan diri satu sama lain dalam Makrab (Malam Keakraban) yang berlangsung di Kebun Buah Mangunan, Imogiri, Bantul.
Di tengah kesejukan Mangunan, maba (mahasiswa baru) mengikuti rangkaian acara yang meliputi perkenalan panitia dan peserta, pemaparan materi kemahasiswaan, diskusi umum, pengajian, outbound, pentas seni, api unggun, dan acara khusus dari HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan).
Makrab tahun ini berlangsung lancar dan aman. Hanya ada beberapa orang maba dan panitia yang sakit atau pingsan karena lelah. Bahkan, tahun ini pun tidak ada lagi yang kesurupan.
Salah satu hal yang ditekankan oleh Astuti adalah bahwa acara Makrab tahun ini terasa asyik, terutama karena tidak ada unsur kekerasan. Apalagi, sebagian besar juga baru pertama kali ini mengikuti kegiatan semacam Makrab di tingkat perguruan tinggi.
Ungkapan Astuti tersebut tampaknya menjadi tolok ukur yang tepat untuk kesuksesan acara ini. “Kegiatan ini memang ditujukan terutama untuk menambah keakraban dan meningkatkan solidaritas dan kekompakan,” papar Tiya (Man), Humas Panitia Umum Makrab tahun ini.
Namun, hambatan-hambatan semacam itu berhasil dilampaui dengan baik karena Panitia Umum telah mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang. Persiapan dilakukan sejak Juni, atau sebelum ujian semester genap.
Budi, Ketua Panitia Umum, mengungkapkan bahwa seluruh 27 personel panitia dapat bekerja sama secara harmonis dan mengesampingkan egoisme jurusan. Selain itu, masing-masing dapat meredam ego masing-masing termasuk dalam pemilihan lokasi Makrab. Kebun Buah Mangunan akhirnya dipilih karena letaknya yang strategis, memiliki pemandangan indah, dan dari segi dana relatif murah. (Dedy NC/SD Lutfia/Hilda F/Susan DWC)
Di tengah kesejukan Mangunan, maba (mahasiswa baru) mengikuti rangkaian acara yang meliputi perkenalan panitia dan peserta, pemaparan materi kemahasiswaan, diskusi umum, pengajian, outbound, pentas seni, api unggun, dan acara khusus dari HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan).
Makrab tahun ini berlangsung lancar dan aman. Hanya ada beberapa orang maba dan panitia yang sakit atau pingsan karena lelah. Bahkan, tahun ini pun tidak ada lagi yang kesurupan.
Menyenangkan
Maba sendiri pada umumnya merespons acara ini dengan baik. Kusumaningrum Dwi Astuti (maba Man), mengungkapkan, “Saya senang bisa mengikuti acara ini. Kami bisa mengenal satu sama lain baik antarpeserta sesama maba maupun dengan kakak tingkat.”Salah satu hal yang ditekankan oleh Astuti adalah bahwa acara Makrab tahun ini terasa asyik, terutama karena tidak ada unsur kekerasan. Apalagi, sebagian besar juga baru pertama kali ini mengikuti kegiatan semacam Makrab di tingkat perguruan tinggi.
Ungkapan Astuti tersebut tampaknya menjadi tolok ukur yang tepat untuk kesuksesan acara ini. “Kegiatan ini memang ditujukan terutama untuk menambah keakraban dan meningkatkan solidaritas dan kekompakan,” papar Tiya (Man), Humas Panitia Umum Makrab tahun ini.
Persiapan Matang
Panitia Umum Makrab bentukan BEM menghadapi beberapa masalah selama persiapan maupun pada Hari-H. Misalnya, ada sebagian maba yang menyatakan tidak dapat ikut serta dalam Makrab karena berbagai alasan. Koordinasi internal juga sempat tersendat karena libur panjang.Namun, hambatan-hambatan semacam itu berhasil dilampaui dengan baik karena Panitia Umum telah mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang. Persiapan dilakukan sejak Juni, atau sebelum ujian semester genap.
Budi, Ketua Panitia Umum, mengungkapkan bahwa seluruh 27 personel panitia dapat bekerja sama secara harmonis dan mengesampingkan egoisme jurusan. Selain itu, masing-masing dapat meredam ego masing-masing termasuk dalam pemilihan lokasi Makrab. Kebun Buah Mangunan akhirnya dipilih karena letaknya yang strategis, memiliki pemandangan indah, dan dari segi dana relatif murah. (Dedy NC/SD Lutfia/Hilda F/Susan DWC)

Komentar
Posting Komentar