Pentol Mari Kangen yang Istimewa
Dalam beberapa hari terakhir, Anda mungkin sering melihat seorang mahasiswi berjilbab menjinjing plastik berkeliling kampus. Dia memperlihatkan isi plastik itu kepada mahasiswa yang sedang duduk-duduk, dan membujuk mereka untuk membelinya. Itulah pentol “Mari Kangen” yang sedang ngetren di kampus STIE WW.
Pentol “Mari Kangen” adalah prakarsa dari dua divisi HMJM, yaitu SDM dan Bisnis. Awalnya, pentol ini dibuat oleh mahasiswi penghuni asrama, yaitu Erma, Pipin, Tiya, dan lain-lain. Tujuannya adalah untuk mengumpulkan dana guna membantu pembiayaan seminar kewirausahaan yang akan dilaksanakan pada 26 November 2014.
Dana awal “Mari Kangen” diperoleh dari kas HMJM. Namun, modal berupa peralatan kerja seperti kompor dan magic jar merupakan sumbangan sukarela dari Pipin dan kawan-kawan. Dengan dana awal tersebut, Pipin cs membeli bahan baku dan bumbu pentol seperti kanji, tepung terigu, telur, seledri, daun bawang, miri, merica, tumbar, garam, masako, dan bawang putih.
Produk “Mari Kangen” ini dikemas dengan plastik kecil. Setiap plastik berisi 4 butir pentol jadi ditambah satu plastik kecil saos. Saos ini sendiri dibeli namun dipadu dengan garam, cabe rawit, dan bawang putih. Tim pentol membuat produk mereka setiap hari dan memasarkannya setiap hari pula. Namun, karena ada kejadian “pentol koprol”, produksinya terpaksa diliburkan sementara.
Butir-butir pentol sontak jatuh bergulingan di lantai. Tiya bertindak cepat dengan memunguti pentol-pentol yang koprol di atas lantai. Namun, tentu saja pentol-pentol itu masih panas sehingga Tiya malah kesakitan tangannya. Sore harinya, giliran Pipin yang kena tulah: magic jar yang digunakan untuk mengolah pentol korsleting dan terbakar.
Api memercik dan listrik padam. Asap memenuhi ruangan asrama tempat Pipin memasak pentol. Pipin berteriak-teriak panik, dan para penghuni asrama putra berhamburan untuk memberikan bantuan. Karena kejadian yang cukup menghebohkan asrama ini, produksi pentol “Mari Kangen” diliburkan untuk sementara.
Pentol “Mari Kangen” adalah prakarsa dari dua divisi HMJM, yaitu SDM dan Bisnis. Awalnya, pentol ini dibuat oleh mahasiswi penghuni asrama, yaitu Erma, Pipin, Tiya, dan lain-lain. Tujuannya adalah untuk mengumpulkan dana guna membantu pembiayaan seminar kewirausahaan yang akan dilaksanakan pada 26 November 2014.
Pentol Istimewa: Modal Minim, Laba Lumayan
Pentol “Mari Kangen” dibuat dengan modal minim, namun setelah lebih kurang seminggu, bisnis kecil-kecilan ini telah kembali modal dan bahkan menghasilkan laba hingga Rp 80-an ribu. Masih ada waktu sekitar 1 bulan sebelum Hari-H seminar sehingga laba lebih besar dapat diharapkan. Harapannya, pendapatan dari pentol istimewa ini dapat membantu pembiayaan seminar.Dana awal “Mari Kangen” diperoleh dari kas HMJM. Namun, modal berupa peralatan kerja seperti kompor dan magic jar merupakan sumbangan sukarela dari Pipin dan kawan-kawan. Dengan dana awal tersebut, Pipin cs membeli bahan baku dan bumbu pentol seperti kanji, tepung terigu, telur, seledri, daun bawang, miri, merica, tumbar, garam, masako, dan bawang putih.
Produk “Mari Kangen” ini dikemas dengan plastik kecil. Setiap plastik berisi 4 butir pentol jadi ditambah satu plastik kecil saos. Saos ini sendiri dibeli namun dipadu dengan garam, cabe rawit, dan bawang putih. Tim pentol membuat produk mereka setiap hari dan memasarkannya setiap hari pula. Namun, karena ada kejadian “pentol koprol”, produksinya terpaksa diliburkan sementara.
Pentol Koprol
Kejadian lucu namun mendebarkan yang menyebabkan dihentikannya produksi pentol “Mari Kangen” yang istimewa terjadi pada Kamis (16/10/2014). Siang itu, Erma dan Tiya sedang mengaduk adonan pentol di dalam magic jar di asrama putri. Tiba-tiba saja, Erma terpeleset sehingga pengaduk yang dipegangnya membentur magic jar yang selanjutnya terguling.Butir-butir pentol sontak jatuh bergulingan di lantai. Tiya bertindak cepat dengan memunguti pentol-pentol yang koprol di atas lantai. Namun, tentu saja pentol-pentol itu masih panas sehingga Tiya malah kesakitan tangannya. Sore harinya, giliran Pipin yang kena tulah: magic jar yang digunakan untuk mengolah pentol korsleting dan terbakar.
Api memercik dan listrik padam. Asap memenuhi ruangan asrama tempat Pipin memasak pentol. Pipin berteriak-teriak panik, dan para penghuni asrama putra berhamburan untuk memberikan bantuan. Karena kejadian yang cukup menghebohkan asrama ini, produksi pentol “Mari Kangen” diliburkan untuk sementara.

Komentar
Posting Komentar