Manajemen FC: Futsal Silaturahim
Yogyakarta, WW Pos – Latih tanding antara Manajemen FC dengan mahasiswa baru yang berlangsung Selasa (29/9) berlangsung seru dan penuh keakraban.
Total sekitar 30 pefutsal berganti-ganti menjajal kemampuan di lapangan. Dari jumlah ini, separuh di antaranya merupakan mahasiswa baru gabungan dari Manajemen dan Akuntansi.
Aditya, kapten Manajemen FC, menyambut gembira antusiasme mahasiswa baru. “Banyak maba yang hadir, dan saya kira mereka sangat antusias dan senang untuk mengikuti sparring partner ini.”
Abdul Rokhim (Man) mengaku merasa antusias berlatih bersama MFC karena tim dari HMJM ini merupakan juara bertahan di kompetisi futsal STIE WW terakhir.
Menurut Aditya, walaupun bermain cukup serius, latih tanding ini pada dasarnya dimaksudkan lebih untuk menjalin silaturahim dan mengenal satu sama lain lebih dekat.
Viali, salah satu pelopor futsal di kalangan maba angkatan 2014, membenarkan, “Saya senang, bisa kenal dengan kakak angkatan.”
Tentang permainan futsal sendiri, Dwiki Dimas (maba-Man) menuturkan, “Permainan MFC sudah bagus, tetapi komunikasi satu sama lain yang masih kurang.” Viali sependapat dengan Dimas, tetapi menambahkan bahwa MFC masih kurang solid dari segi formasi.
Dedy, playmaker MFC, mengakui bahwa saat ini MFC memang sulit untuk padu. Kata Dedy, “Penyebabnya adalah libur panjang sehingga tidak sering bermain bareng lagi. Banyak yang harus disesuaikan kembali.”
Beberapa mahasiswa, termasuk Dimas, mengaku tertarik untuk berlatih lebih sering bersama MFC. Sehingga, ke depannya dapat diharapkan muncul regenerasi MFC. (Hilda F)
Total sekitar 30 pefutsal berganti-ganti menjajal kemampuan di lapangan. Dari jumlah ini, separuh di antaranya merupakan mahasiswa baru gabungan dari Manajemen dan Akuntansi.
Aditya, kapten Manajemen FC, menyambut gembira antusiasme mahasiswa baru. “Banyak maba yang hadir, dan saya kira mereka sangat antusias dan senang untuk mengikuti sparring partner ini.”
Abdul Rokhim (Man) mengaku merasa antusias berlatih bersama MFC karena tim dari HMJM ini merupakan juara bertahan di kompetisi futsal STIE WW terakhir.
Menurut Aditya, walaupun bermain cukup serius, latih tanding ini pada dasarnya dimaksudkan lebih untuk menjalin silaturahim dan mengenal satu sama lain lebih dekat.
Viali, salah satu pelopor futsal di kalangan maba angkatan 2014, membenarkan, “Saya senang, bisa kenal dengan kakak angkatan.”
Tentang permainan futsal sendiri, Dwiki Dimas (maba-Man) menuturkan, “Permainan MFC sudah bagus, tetapi komunikasi satu sama lain yang masih kurang.” Viali sependapat dengan Dimas, tetapi menambahkan bahwa MFC masih kurang solid dari segi formasi.
Dedy, playmaker MFC, mengakui bahwa saat ini MFC memang sulit untuk padu. Kata Dedy, “Penyebabnya adalah libur panjang sehingga tidak sering bermain bareng lagi. Banyak yang harus disesuaikan kembali.”
Beberapa mahasiswa, termasuk Dimas, mengaku tertarik untuk berlatih lebih sering bersama MFC. Sehingga, ke depannya dapat diharapkan muncul regenerasi MFC. (Hilda F)

Komentar
Posting Komentar