Catatan dari Makrab 2014

Personel Panitia Khusus Makrab HMJM 2014 sebelum berangkat ke Mangunan (Dari kiri ke kanan: Mbak Matul, Angga, dan Mahfud)
Tak lama setelah ujian tengah semester genap 2014, beredar wacana tentang makrab (malam keakraban) yang cukup panas di kalangan organisasi mahasiswa di STIE WW.

HMJM sempat melontarkan gagasan tentang pelaksanaan makrab secara terpisah. Namun, setelah negosiasi dan tarik-ulur yang alot dengan HMJA dan BEM, akhirnya disepakati bahwa makrab tahun ini tetap diselenggarakan secara bersama-sama antara HMJM dan HMJA di bawah koordinasi BEM. Tetap terbuka kemungkinan bahwa ke depan makrab akan dilaksanakan secara terpisah.

Disepakati bahwa tiap HMJ mengirim 7 wakil untuk menjadi panitia makrab umum. HMJM mengirim 7 wakil, yaitu Budi (yang selanjutnya terpilih menjadi Ketua Panitia Makrab BEM), Nafira, Rofita, Irfan, Tia, Erma, dan Azam. Panitia umum atau bersama ini selanjutnya ditambah dengan personel yang ditunjuk BEM sehingga total ada 27 personel.


Persiapan Matang

Setelah kesepakatan yang bersifat politis tercapai, kerja praktis pun dimulai. Panitia inti mulai menyusun perencanaan dan mencari-cari lokasi makrab. Beberapa alternatif lokasi muncul, mulai dari Kaliurang hingga Mangunan. Dengan berbagai pertimbangan, mulai dari pemandangan hingga dana, Kebun Buah Mangunan terpilih sebagai lokasi makrab.

Persiapan sempat tersendat karena libur panjang setelah ujian akhir semester genap 2014. Di sela-sela menjalankan ibadah puasa, panitia umum beberapa kali bertemu di kampus untuk koordinasi. Walaupun demikian, koordinasi efektif baru dapat benar-benar berjalan lancar setelah periode pengisian KRS pada Agustus.

Makrab: Pelaksanaan

Di tengah kesejukan Kebun Buah Mangunan, mahasiswa baru STIE WW dan Panitia Makrab BEM saling berusaha mendekatkan diri selama dua hari satu malam (27-28/9/2014). Acaranya meliputi perkenalan panitia dan peserta, pemaparan materi kemahasiswaan, diskusi umum, pengajian, outbound, pentas seni, api unggun, dan acara khusus dari HMJ.

Persiapan matang dan berbagai langkah antisipasi menjadikan makrab tahun ini berjalan lancar dan aman. Selain dari masalah keterlambatan transportasi, tidak ada masalah serius. Hanya ada beberapa orang maba (mahasiswa baru) yang sakit. Ada satu panitia yang pingsan karena kelelahan. Namun, tahun ini tidak ada yang kesurupan.

Soal kesurupan ini, Munir (2013) sebagai personel keamanan sempat bercerita kepada Panitia Khusus Makrab HMJM bahwa dia telah memasang “pagar gaib” di sekeliling lokasi. Munir juga berhasil mencegah maba dan panitia melanggar batas-batas yang telah ditetapkan untuk tidak dilewati setelah jam-jam tertentu.

Maba: Menyenangkan

Menurut laporan WW Pos, maba merespons keseluruhan acara makrab dengan baik. Berikut petikan laporan tersebut.

Kusumaningrum Dwi Astuti mengungkapkan, “Saya senang bisa mengikuti acara ini. Kami bisa mengenal satu sama lain baik antarpeserta sesama maba maupun dengan kakak tingkat.”

Salah satu hal yang ditekankan oleh Astuti adalah bahwa acara Makrab tahun ini terasa asyik, terutama karena tidak ada unsur kekerasan. Apalagi, sebagian besar juga baru pertama kali ini mengikuti kegiatan semacam Makrab di tingkat perguruan tinggi.

Ungkapan Astuti tersebut tampaknya menjadi tolok ukur yang tepat untuk kesuksesan acara ini. Tentu, ada beberapa hal tetap menjadi catatan. Harapannya, catatan-catatan ini dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pelaksanaan makrab pada tahun-tahun berikutnya.

Ada yang punya cerita sendiri dari makrab kemarin? Silakan berkomentar :-) *

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pelatihan Mengolah Video Divisi Media HMJM

Pelatihan Jurnalistik Divisi Media Berlangsung Seru

Pembukaan PDT